DOMAIN PSIKOMOTOR
Ranah psikomotorik adalah ranah yang menitikberatkan kepada
kemampuan fisik dan kerja otot ( Bloom 1979). Dalam pengembangannyapun mata
pelajaran yang berkaitan dengan psikomotor adalah mata pelajaran yang lebih
beorientasi pada gerakan dan menekankan pada reaksi–reaksi fisik dan
keterampilan tangan. Keterampilan itu sendiri menunjukkan tingkat keahlian
seseorang dalam suatu tugas atau sekumpulan tugas tertentu.
Ada beberapa taksonomi kemampuan psikomotorik. Diantaranya
yang disusun oleh Simson tahun 1972, Anita Harrow tahun 1972 dan HR. Dave’s tahun
1975. Dari ketiga taksonomi tersebut yang paling sesuai untuk desain
pembelajaran anak-anak adalah taksonomi dari HR. Dave.
Taksonomi Dave’s terdiri dari lima
kategori dari yang tingkat pemulai ke yang paling piawai seperti yang Nampak
dalam piramida disamping. Penjelasan singkat dan kata kuci dari kelimta kelima
kategori tersbut adalah sebagai berikut.
- Peniruan (Imitation) – meniru gerakan yang dilakukan oleh orang lain. Contoh: peserta didik meniru gerakan menendang bola gurunya.
- Penggunaan (Manipulation) – melakukan gerakan berbeda dengan yang diajarkan. Contoh: peserta didik melakukan gerakan menendang bola dengan gaya sendiri, tidak lagi persis yang dicontohkan.
- Ketepatan (Precision)– melakukan gerakan yang tepa atau akurat. Contoh: peserta didik menendang bola lebih terarah dan tepat sasaran.
- Perangkaian (Articulation) – memberikan sentuhan seni dengan menggabungkan beberapa hal yang hasilnya sebuah harmoni. Contoh: peserta didik menendang bola indah dengan gerakan melengkung (gerakan pisang).
- Naturalisasi (Naturalitation) – gerakan yang berkualitas menjadi bagian dari dirinya yang ketika dilakukan terjadi secara reflek. Contoh: peserta didik nampak sudah biasa menendang bola secara terarah, akurat dan indah sepeti layaknya seorang pesepak bola bertarap professional.
Dapat disimpulkan bahwa dilihat dari tipe hasil belajar ranah
psikomotoris berkenaan dengan keterampilan atau kemampuan bertindak setelah ia
menerima pengalaman belajar tertentu. Hasil belajar ini sebenarnya tahap
lanjutan dari hasil belajar afektif yang baru tampak dalam
kecenderungan-kecenderungan untuk berperilaku.
Tabel Perbandingan Hasil Belajar Afektif dan Hasil Belajar Psikomotor
|
Hasil belajar
afektif
|
Hasil belajar
psikomotoris
|
|
Kemauan untuk
menerima pelajaran dari guru
|
Segera memasuki
kelas pada waktu guru datang dan duduk paling depan dengan mempersiapkan
kebutuhan belajar.
|
|
Perhatian siswa
terhadap apa yang dijelaskan oleh guru
|
Mencatat bahan
pelajaran dengan baik dan sistematis.
|
|
Penghargaan siswa
terhadap guru
|
Sopan, ramah, dan
hormat kepada guru pada saat guru menjeaskan pelajaran.
|
|
Hasrat untuk
bertanya kepada guru
|
Mengangkat tangan
dan bertanya kepada guru mengenai bahan pelajaran yang belum jelas.
|
|
Kemauan untuk
mempelajari bahan pelajaran lebih lanjut.
|
Keperpustakaan untuk
belajar lebih lanjut atau meminta informasi kepada guru tentang buku yang
harus dipelajari atau segera membentuk kelompok untuk diskusi.
|
|
Kemampuan untuk
menerapkan hasil pelajaran
|
Melakukan latihan
diri dalam memecahkan masalah berdasarkan konsep bahan yang teah diperolehnya
atau menggunakannya dalam praktek kehidupan
|
|
Senang terhadap
guru dan mata pelajaran yang di berikannya.
|
Akrab dan mau
bergaul, mau berkomunikasi dengan guru dan bertanya atau meminta saran
bagaimana mempelajari mata pelajaran yang diajarkannya
|
Kenapa kita tidak bisa melukis diri sendiri?
Jawab : Karena saya tidak bisa menggambar. Dan saya juga belum mengenali diri sendiri secara keseluruhan. Untuk melihat diri sendiri mungkin bisa melalui cermin. Namun, hal itu tetap saja sulit untuk dilakukan karena memang untuk melukis diri sendiri butuh pengamatan yang sangat dalam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar