Senin, 11 Desember 2017

Ranah Psikomotor dalam Domain Pembelajaran Taksonomi Bloom



DOMAIN PSIKOMOTOR

Ranah psikomotorik adalah ranah yang menitikberatkan kepada kemampuan fisik dan kerja otot ( Bloom 1979). Dalam pengembangannyapun mata pelajaran yang berkaitan dengan psikomotor adalah mata pelajaran yang lebih beorientasi pada gerakan dan menekankan pada reaksi–reaksi fisik dan keterampilan tangan. Keterampilan itu sendiri menunjukkan tingkat keahlian seseorang dalam suatu tugas atau sekumpulan tugas tertentu.
Ada beberapa taksonomi kemampuan psikomotorik. Diantaranya yang disusun oleh Simson tahun 1972, Anita Harrow tahun 1972 dan HR. Dave’s tahun 1975. Dari ketiga taksonomi tersebut yang paling sesuai untuk desain pembelajaran anak-anak adalah taksonomi dari HR. Dave.
            Taksonomi Dave’s terdiri dari lima kategori dari yang tingkat pemulai ke yang paling piawai seperti yang Nampak dalam piramida disamping. Penjelasan singkat dan kata kuci dari kelimta kelima kategori tersbut adalah sebagai berikut.
  1.   Peniruan (Imitation) – meniru gerakan yang dilakukan oleh orang lain. Contoh: peserta didik meniru gerakan menendang bola gurunya.
  2. Penggunaan (Manipulation) – melakukan gerakan berbeda dengan yang diajarkan. Contoh: peserta didik melakukan gerakan menendang bola dengan gaya sendiri, tidak lagi persis yang dicontohkan.
  3. Ketepatan (Precision)– melakukan gerakan yang tepa atau akurat. Contoh: peserta didik menendang bola lebih terarah dan tepat sasaran.
  4. Perangkaian (Articulation) – memberikan sentuhan seni dengan menggabungkan beberapa hal yang hasilnya sebuah harmoni. Contoh: peserta didik menendang bola indah dengan gerakan melengkung (gerakan pisang).
  5. Naturalisasi (Naturalitation) – gerakan yang berkualitas menjadi bagian dari dirinya yang ketika dilakukan terjadi secara reflek. Contoh: peserta didik nampak sudah biasa menendang bola secara terarah, akurat dan indah sepeti layaknya seorang pesepak bola bertarap professional.
Dapat disimpulkan bahwa dilihat dari tipe hasil belajar ranah psikomotoris berkenaan dengan keterampilan atau kemampuan bertindak setelah ia menerima pengalaman belajar tertentu. Hasil belajar ini sebenarnya tahap lanjutan dari hasil belajar afektif yang baru tampak dalam kecenderungan-kecenderungan untuk berperilaku.


Tabel Perbandingan Hasil Belajar Afektif dan Hasil Belajar Psikomotor
Hasil belajar afektif
Hasil belajar psikomotoris
Kemauan untuk menerima pelajaran dari guru
Segera memasuki kelas pada waktu guru datang dan duduk paling depan dengan mempersiapkan kebutuhan belajar.
Perhatian siswa terhadap apa yang dijelaskan oleh guru
Mencatat bahan pelajaran dengan baik dan sistematis.
Penghargaan siswa terhadap guru
Sopan, ramah, dan hormat  kepada guru pada saat guru menjeaskan pelajaran.
Hasrat untuk bertanya kepada guru
Mengangkat tangan dan bertanya kepada guru mengenai bahan pelajaran yang belum jelas.
Kemauan untuk mempelajari bahan pelajaran lebih lanjut.
Keperpustakaan untuk belajar lebih lanjut atau meminta informasi kepada guru tentang buku yang harus dipelajari atau segera membentuk kelompok untuk diskusi.
Kemampuan untuk menerapkan hasil pelajaran
Melakukan latihan diri dalam memecahkan masalah berdasarkan konsep bahan yang teah diperolehnya atau menggunakannya dalam praktek kehidupan
Senang terhadap guru dan mata pelajaran yang di berikannya.
Akrab dan mau bergaul, mau berkomunikasi dengan guru dan bertanya atau meminta saran bagaimana mempelajari mata pelajaran yang diajarkannya


 Kenapa kita tidak bisa melukis diri sendiri?
Jawab :  Karena saya tidak bisa menggambar. Dan saya juga belum mengenali diri sendiri secara keseluruhan. Untuk melihat diri sendiri mungkin bisa melalui cermin. Namun, hal itu tetap saja sulit untuk dilakukan karena memang untuk melukis diri sendiri butuh pengamatan yang sangat dalam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar