Rabu, 25 Oktober 2017

Aliran Psikologi dalam Pembelajaran

1. Aliran Humanisme
  • Menekankan pada kebebasan individu
  • Berorientasi pada siswa
  • Guru berperan sebagai fasilitator 
Kata kuncinya : Kebebasan dan interaksi dengan lingkungan

Kesimpulan : Aliran ini mencoba untuk memanusiakan manusia dalam proses belajar. Maksudnya dia ini mencoba untuk menekankan prinsip-prinsip hidup manusia melalui proses belajar dan membebaskan peserta didik untuk lebih mengembangkan potensinya. Peran guru disini hanya sebagai fasilitator yang mengontrol setiap perilaku siswa dalam proses belajar.

2. Aliran Behavioristik
  • Pengelolaan kondisi belajar untuk perubahan perilaku siswa
  • Perubahan perilaku belajar harus diamati
Kata kuncinya : Perubahan perilaku siswa akibat stimulus-respon

Kesimpulan : Peran pembelajaran sebagai stimulus yang berusaha untuk merangsang pikiran siswa sehingga bisa menimbulkan respon positif dari siswa tersebut ke arah yang lebih baik. Peran guru disini untuk mengevaluasi proses pembelajaran.

3. Aliran Kognitifisme 
        Tingkat perkembangan berpikir siswa dipengaruhi oleh :
  • Kematangan intelektual
  • Interaksi dengan lingkungan
  • Transmisi sosial (belajar dari orang lain)
Kata kuncinya : Perubahan struktur kognitif

Kesimpulan : Jadi dalam proses pembelajaran siswa dituntut untuk merubah struktur kognitif pada setiap individu. Faktor yang mempengaruhinya antara lain, lingkungan belajar, perkembangan diri siswa, teman sebaya.

4. Aliran Kontruktifisme
  • Peserta didik berpikir sendiri untuk memaknai suatu peristiwa
  • Berpikir kolaboratif untuk berbagi makna atas peristiwa
  • Menghubungkan pengalaman awal dengan peristiwa belajar
Kata kuncinya : Belajar dengan pengalaman konkrit,kontektual dan bermakna

Kesimpulan : Di dalam aliran ini siswa bebas untuk mengembangkan dirinya sesuai dengan pengalaman yang pernah dimilikinya. Jadi pengalaman baru ini dibentuk dari pengalaman masa lalunya.

5. Aliran Cybernetik
  • Manusia pemroses informasi dan pembuat respon yang aktif
  • Manusia belajar secara sistematis dan sistematik
  • Manusia mengorganisasikan apa yang telah diketahuinya
Kata kuncinya : Belajar secara sistematis dan sistemik

Kesimpulan : Di dalam aliran siswa dituntut untuk bisa mengelola pengetahuan secara sistematis dan sistemik. Contohnya saat kita ingin belajar naik motor, tentu kita harus bisa belajar keseimbangan melalui belajar naik sepeda.

Minggu, 22 Oktober 2017

Prinsip-Prinsip Pembelajaran yang Menyenangkan

Belajar adalah suatu proses untuk membuat kita lebih baik daripada yang sebelumnya. Di dalam proses belajar tersebut, mempunyai beberapa prinsip-prinsip pembelajaran yang perlu diketahui oleh seorang pengajar. Berikut adalah 12 prnsip belajar yang menyenangkan, yakni:



1.Respon akan diulang,  bila akibat yang ditimbulkan menyenangkan
            Dalam proses ini respon yang ditimbulkan adalah siswa mengerti tentang materi yang disampaikan oleh pengajar. Jika siswa sudah mengerti tentang materi yang diajarkan, maka siswa cenderung senang untuk mengulang-ulang materi tersebut. Tentunya pengajar harus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan pula. Karena, untuk menghasilkan ingatan siswa yang berjangka panjang (Long Term Memory) perlu dibuat proses belajar yang menyenangkan, dan tidak membuat siswa bosan.

2.Perilaku belajar tidak hanya akibat dari respon, tapi juga pengaruh kondisi lingkungan siswa.
            Kondisi lingkungan siswa sangat berpengaruh terhadap perkembangan siswa tersebut. Karena di dalam proses belajar dibutuhkan lingkungan yang sangat kondusif, seperti tidak berisik, tidak berantakan, dan juga pencahayaan yang cukup. Oleh sebab itu, lingkungan sangat berpengaruh terhadap perkembangan siswa dalam belajar

3.Perilaku yang dihasilkan akan berkurang bila tidak diperkuat dengan akibat yang menyenangkan
            Siswa biasanya akan lebih tertarik juga ilmu yang di dapatnya di sekolah, dapat dia gunakan dalam kehidupannya sehari-hari, dan juga bermanfaat untuk orang banyak.

4.Belajar yang terbatas akan ditransfer ke situasi lain secara terbatas pula.
            Kegiatan belajar harus didasarkan dengan kondisi yang nyata atau fakta. Bentuknya seperti kehidupan sehari-hari ataupun lingkungan sekitar

5. Belajar menggeneralisasi dan membedakan adalah dasar untuk belajar yang kompleks.
            Dalam point ini, seorang pengajar harus bisa menyajikan materi dengan baik, sistematis. Dan seorang siswa harus bisa berlatih memecahkan masalah yang kompleks, sehingga  peserta didik akan terbiasa dengan masalah-masalah pembelajaran yang akan datang nantinya.

6.Kesiapan mental mempengaruhi perhatian dan ketekunan selama proses belajar berlangsung            Pengajar dituntut untuk mampu menyampaikan materi pembelajaran dengan mudah dan dipahami oleh peserta didik. Oleh sebab itu perlunya media pembelajaran yang tepat untuk bisa menggugah semangat siswa. Caranya antara lain dengan membuat desain suatu pembelajaran dengan sekreatif mungkin.

7. Kegiatan belajar yang dibagi kecil-kecil dan cara penyelesaian untuk setiap langkah akan mempercepat pencapaian tujuan belajar
            Secara psikologis, siswa cenderung enggan untuk membaca buku yang tebal ataupun modul-modul yang tebal. Maka sebaiknya sampaikanlah materi-materi yang bermakna penting dan bermanfaat bagi siswa. Dan juga bisa menggunakan buku teks yang terprogram.

8. Kebutuhan menyederhanakan materi yang kompleks dapat digunakan dengan menggunakan suatu model.
            Penggunaan media dan metode pembelajaran yang tepat, sangat penting dilakukan. Siswa akan lebih mudah memecahkan masalah masalah pembelajaran bila menggunakan suatu model sebagai contohnya.

9. Keterampilan tingkat tinggi pada dasarnya terbentuk dari keterampilan yang sederhana.
            Agar proses belajar maksimal, tujuan pembelajaran harus melalui proses analisis yang tepat agar belajar yang dilakukan menjadi sistematis. Semua hal berawal dari sederhana, berilah siswa materi dengan bobot yang sederhana, lalu ulangi secara terus menerus, lalu tingkatkan secara perlahan bobot materi tersebut sampai siswa dapat menguasai materi tersebut.

10. Belajar akan lebih cepat jika siswa memperoleh umpan balik dan cara meningkatkannya
            Sering kita lihat bahwa banyak siswa yang mendapat nilai bagus, namun jarang dari mereka yang di apresiasi oleh gurunya. Pemberian informasi mengenai peningkatkan belajar siswa sangat diperlukan oleh siswa tersebut karena dapat memacu untuk lebih giat dalam meningkatkan prestasi belajar.

11. Perkembangan dan kecepatan siswa dalam belajar sangat bervariasi.
            Daya cerna dan daya tangkap siswa itu pastinya berbeda-beda. Oleh karena itu, sebelum kita memulai proses pembelajaran, kita harus menganalisa karakteristik peserta didik. Dan juga dukungan dari media pembelajaran yang baik dapat memperlancar proses pembelajaran.

12. Dengan persiapan yang baik siswa dapat mengorganisasikan kegiatan belajarnya sendiri.
            Kita bisa membiarkan siswa untuk memilih waktu, cara dan sumber belajarnya sendiri. Tugas kita adalah mengawasi, memfasilitasi dan mengontrol proses belajar tersebut agar sesuai dengan keperluan siswa tersebut.

Kesimpulan : 12 Prinsip diatas sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran. Karena, guru dan siswa sama sama mendukung untuk tujuan proses pembelajaran itu sendiri. Perlunya media pembelajaran yang baik dan dukungan dari lingkungan belajar yg kondusif sangat diperlukan oleh siswa untuk mampu mencapai tujuan belajar. Dan adanya respon atau feedback menjadi salah satu ukuran dalam suksesnya kegiatan pembelajaran.